Jumat, 11 Oktober 2013

BAHASA INDONESIA



BAHASA INDONESIA
1.   PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
Bahasa merupakan salah satu alat untuk menunjukkan identitas diri atau alat untuk mengekspresikan diri. Mengapa? Karena dengan bahasa kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
Dalam Konteks ini, bahasa yang kita gunakan adalah bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi-fungsi secara umum diantaranya adalah :
a.       Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting di Negara karena merupakan salah satu dari ikrar sumpah pemuda tahun 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bersumber dari hal tersebut, Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi sebagai pemersatu bangsa yakni berarti kedudukan yang dimiliki lebih tinggi daripada bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.
Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa, untuk itu bahasa pemersatu diperlukan agar hubungan komunikasi antar satu dengan yang lain tidak terhambat.
Sebagai contoh, misalnya seorang pejabat daerah Manado mendapat tugas dinas di Jakarta aan tetapi dia tidak bisa mengunakan bahasa Indonesia dan dia hanya menguasai bahasa daerah manado. Tentu ketika dia telah tiba di Jakarta, tidak semua orang Jakarta dapat mengerti apa yang dia bicarakan karena di Jakarta berbagai suku dan budaya ada. Pejabat tersebut harus menggunakan bahasa Indonesia agar hubungan komunikasi dalam perjalan dinasnya tidak mengalami hambatan.

b.      Sebagai Alat komunikasi
Seperti yang telah dijelaskan dalam point pertama tadi. Bahasa Indonesia tidak akan luput daripada fungsi komunikasi. Karena komunikasi adalah hal yang paling utama diperlukan saat menjalin hubungan dengan orang lain.
Contohnya adalah kita berbicara bahasa Indonesia kepada guru atau dosen kita. Bahasa Indonesia dapat menjadi alat yang membantu kita menyampaikan ide, gagasan, dan pemikiran kita.

c.       Sebagai penunjuk identitas diri
Berkaitan dengan point kedua, Bahasa Indonesia merupakan alat menyampaikan gagasan dan pemikiran kita kepada orang lain sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bahasa juga sebagai penunjuk identitas diri. Dari cara berpikir kita, tata bahasa yang kita gunakan serta idea pa saja yang telah kita tuangkan menggunakan bahasa Indonesia dapat menggambarkan identitas diri kita.
Seperti contoh yang baru-baru ini marak beredar adalah bahasa ala Vicky prasetyo. Vicky menggunakan istilah-istilah bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang tidak lazim digunakan sehingga menimbulkan keanehan seperti istilah konspirasi kemakmuran,labil ekonomi dsb. Akan tetapi, di sisi lain kita jadi mengetahui bagaimana sosok Vicky sebenarnya. Seperti apa cara berpikirnya dan bagaimana tata bahasanya.

d.      Sebagai alat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, Bahasa Indonesia menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan mulai dari tingkat paling rendah hingga tingkat perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena Bahasa Indonesia merupakan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Diluar sana, banyak buku-buku yang menjadi sumber pengetahuan menggunakan bahasa Indonesia. Di sisi lain, sebagai syarat kelulusan mahasiswa perguruan tinggi juga harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk membuat suatu perkembangan ilmu pengetahuan dengan sebuah ide yang menggunakan bahasa Indonesia kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan ilmiah.

Peranan Bahasa Indonesia dalam konteks ilmiah
Dalam tulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi, fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah, yaitu makalah, laporan praktik kerja, kertas kerja, skripsi, tesis, dan disertasi.
Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :
·         Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
·         Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
·         Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
·         Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan tak baku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku.
·         Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
·         Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
·         Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (').
·         Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.
Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.

2.   RAGAM BAHASA
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Seiring dengan perkembangan zaman yang sekarang ini banyak masyarakat yang mengalami perubahan. Bahasa pun juga mengalami perubahan. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000).



Macam-macam ragam Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
1.Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media

Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, ragam bahasa terdiri
·         Ragam bahasa lisan
·         Ragam bahasa tulis
Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis. Jadi dalam ragam bahasa lisan, kita berurusan dengan lafal, dalam ragam bahasa tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan).

Ragam Lisan
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.

Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing, ragam tulis dan ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang berbeda.


Ciri-ciri ragam lisan:
a.Memerlukan orang kedua/teman bicara;
b.Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
c.Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
d.Berlangsung cepat;
e.Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
f.Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
g.Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi
Contoh ragam lisan adalah ‘Sudah saya baca buku itu.’

Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.


Ciri-ciri ragam tulis :
1.Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
2.Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3.Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4.Berlangsung lambat;
5.Selalu memakai alat bantu;
6.Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
7.Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.

Contoh ragam tulis adalah ’Saya sudah membaca buku itu.’


2.Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur

Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari beberapa ragam diantara nya adalah :
·         Ragam dialek
Contoh : ‘Gue udah baca itu buku.’

·         Ragam terpelajar
Contoh :  ‘Saya sudah membaca buku itu.’

·         Ragam resmi
Contoh : ‘Saya sudah membaca buku itu.’

·         Ragam tak resmi
Contoh : ‘Saya sudah baca buku itu.’


3.Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topik pembicaraan
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari beberapa ragam diantara nya adalah :
1.       Ragam bahasa ilmiah
2.       Ragam hukum
3.       Ragam bisnis
4.       Ragam agama
5.       Ragam sosial
6.       Ragam kedokteran
7.       Ragam sastra

Contoh ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan:

Dia dihukum karena melakukan tindak pidana. (ragam hukum)
Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.(ragam bisnis)
Cerita itu menggunakan unsur flashback. (ragam sastra)
Anak itu menderita penyakit kuorsior. (ragam kedokteran)
Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif. (ragam psikologi)
Ragam bahasa baku dapat berupa: ragam bahasa baku tulis dan ragam bahasa baku lisan.

Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya keragaman bahasa, diantaranya :
• Faktor Budaya atau letak Geografis
• Faktor Ilmu pengetahuan
• Faktor Sejarah

Kesimpulan
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicara.

Ragam bahasa terbagi dua jenis yaitu bahasa lisan dan bahasa baku tulis.
Pada ragam bahasa baku tulis kita harus menguasai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan menguasai EYD, sedangkan untuk ragam bahasa lisan kita harus mampu mengucapkan dan memakai bahasa Indonesia dengan baik serta bertutur kata sopan.













SUMBER :


Sabtu, 15 Juni 2013

EXO " WOLF " Lyric

EXO - WOLF Lyric



[ChanYeol] Chogiwa danbeone neukkyeo
Neol hanibe chijeu choreom jibeo noeul tteda
[Kris] Hyangi madgo, saekkal, aemihago
Wain boda uahage jaba meogeul tteda

[Kai] Ageureonde ppaltobe himi ppajyeo imatkkaji eu~ Eobseojyeo
Hokshi naega apeungolka byeongirado geollin geoni ([BaekHyun]
 Yekeunilattae)

[SeHun]
 Jeongshin charyeo
Eojjyeoda ingan naega mameul ppaetgyeo beoryona
[BaekHyun]
 Geureon ani geori ppunirago

[All] Hey~ Hwak meureo
Geu daeum mak mak heundeulha jeongshi naege
Hey~
[ChanYeol] Ja anaebon seutailo
Jeogeun boreumdari jigi jeone haechiwora

[All]
 Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~
Ah, saranghaeyo!
[LuHan]
 Nan neukdego, neon minyeo
[All]
 Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~
Ah, saranghaeyo!
[Kai]
 Nan neukdego, neon minyeo

[LuHan] Geobu alsu eobshi ganyeora
I neukkime ppajyeo beoryeo nareul nasseo
[BaekHyun] Nan dansun ange joah
Nae soge seulmeo itteon geoshi jigeum nundeosseo~

(Come on!)
[D.O]
 Yeah!
(Come on!)

[SuHo] Geunyeol jombwa
Gong gongae ppajyeo
Ni nappae situation
Ihae mottae mottae

[D.O]
 Jeo deoreoun neukttae nomi gyeolgukk nal jabwa meogaetji
[Lay]
 Geuge, aninde, saranghae ppajing eobnida

[XiuMin/Lay/Tao] Neomu areumda, areumda, areumda Whoo
Geudae nae nima, nae nima, nae nima Whoo
Nareul deoryowa, deoryowa, deoryowa ma ([Tao]
 Aha!)
[All/ChanYeol] Naneun tteukbyora, tteukbyora, tteukbyora Wolf
Geudae saranghan, saranghan, saranghan Wolf
Naege neo nima, neo nima, neo nima Wolf

[All] Hey~ Hwak meureo
Geu daeum mak mak heundeulha jeongshi naege
Hey~
[XiuMin] Ja anaebon seutailo
Jeogeun boreumdari jigi jeone haechiwora

[All] Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~
Ah, saranghaeyo!
[Tao] Nan neukdego, neon minyeo
[All] Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~
Ah, saranghaeyo!
[XiuMin] Nan neukdego, neon minyeo

[Kai] Neol meotkkaen gaesseo geunil nassa
[D.O] Oh Woah~
[Kris] Neol meotkkaen gaesseo geunil nassa
[BaekHyun] Yeah Hey~ Yeah~

[SuHo] Jeo nurandari nareul neollyeo
Neoreul gajilsu eobdago
[ChanYeol] Neoneun geunyang geochin yasu inde
[D.O] Geutta malha geomyeon kkeojyeo
Ppiryo adamyeon nal bakkwo
[Chen] Geunyeol jeolttae beoneul suga eobseo~

[D.O] Geobu alsu eobshi ganyeora ([All] Hey~)
I neukkime ppajyeo beoryeo nareul nasseo
[BaekHyun] Nan dansun ange joah ([All] Hey~)
Nae soge seulmeo itteon geoshi jigeum nundeosseo~

[All] Hey~ Hwak meureo ([BaekHyun] Ah~)
Geu daeum mak mak heundeulha jeongshi naege ([BaekHyun] Ho~)
([D.O] Geobu alsu eobshi ganyeora
I neukkime ppajyeo beoryeo nareul nasseo)

[All] Hey~ Ja anaebon seutailo ([Chen] Nan dansun ange joah)
[Chen/BaekHyun] Nae soge seulmeo itteon geoshi jigeum nundeosseo~

[All] Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~
Ah, saranghaeyo! (Ah, saranghaeyo!)
[Kris] Nan neukdego, neon minyeo
([Chen] Yeah, Yeah, Yeah~)
[All] Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~
Ah, saranghaeyo!
[Kai] Nan neukdego, neon minyeo

(Come on!)


Senin, 10 Juni 2013

KEPERCAYAAN YANG ADA DALAM MASYARAKAT PRIMITIF



KEPERCAYAAN YANG ADA DALAM MASYARAKAT PRIMITIF

Kepercayaan-kepercayaan yang ada dalam masyarakat primitive  yaitu :
1.     Kepercayaan Animisme (dari bahasa latin Anima atau Roh) adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul di kalangan manusia primitive. Kepercayaan ini mempercayai bahwa setiap benda yang ada di bumi (seperti kawasan tertentu, Gua, Pohon atau Batu besar) mempunyai jiwa yang harus dihormati agar semangat tersebut tidak mengganggu manusia, malah membantu mereka dari semangat, roh jahat, dan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
2.     Kepercayaan Tetomisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural seperti sapi, ular dan harimau.
3.     Kepercayaan Dinamisme adalah kepercayaan pada kekuatan gaib yang misterius dan menganggap segala sesuatu memiliki tenaga atau kekuatan yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup dan mereka percaya bahwa kekuatan gaib tersebut dapat menolong mereka.
4.     Kepercayaan Politeisme adalah kepercayaan kepada dewa-dewa. Tujuan kepercayaan ini yaitu untuk menyembah dan berdoa kepada mereka untuk menjauhkan amarahnya dari masyarakat yang bersangkutan.




–» Islam dianggap sebagai agama yang Monoteisme :
Islam menjelaskan monoteisme dengan cara yang sederhana. Terjemahan Monoteisme dalam bahasa arab adalah Tauhid. Tauhid berarti satu (berasal dari kata wahid/ahad). Kata ini menyiratkan penyatuan, kesatuan atau mempertahankan sesuatu agar tetap satu. Kalimat Tauhid yang berbunyi “Lailahailallah” yang berarti bahwa satu-satunya Tuhan yang pantas untuk diabdi, ditaati, disembah, diikuti ajarannya hanyalah Allah SWT. Dan satu fakta terpenting yang membimbing semua makhluk adalah kesaksian “Tiada Tuhan selain Allah SWT”.

PENGERTIAN AGAMA ARDHI DAN AGAMA SAMAWI

PENGERTIAN AGAMA ARDHI DAN AGAMA SAMAWI

Agama Ardhi adalah agama yang berkembang berdasarkan budaya, daerah, pemikiran seseorang yang kemudian diterima secara global. Serta tidak memiliki kitab suci dan bukan berlandaskan wahyu.
Ciri-ciri Agama Ardhi ,yaitu :
1.     Agama diciptakan oleh tokoh agama
2.     Tidak memiliki kitab suci
3.     Tidak memiliki nabi sebagai penjelas agama ardhi
4.     Berasal dari daerah dan kepercayaan masyarakat
5.     Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan akal pikiran penganutnya
6.     Konsep ketuhanannya yaitu Panthaisme, dinamisme dan animisme.

Agama Samawi adalah agama yang diturunkan (wahyu) dari Allah SWT melalui malaikat Jibril dan disampaikan oleh Nabi/Rasul yang telah dipiliholeh Allah SWT untuk disebarkan kepada umat manusia.
Ciri-ciri Agama Samawi, yaitu :
1.     Agama ini memiliki kitab suci yang otentik (ajarannya bertahan/asli dari Tuhan)
2.     Mempunyai nabi/rasul yang bertugas menyampaikan dan menjelaskan lebih lanjut dari wahyu yang diterima
3.     Agama samawi /wahyu dapat dipastikan kelahirannya
4.     Ajarannya serba tetap
5.     Kebenerannya adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia,masa, dan keadaan.


IMAN adalah dari Bahasa Arab artinya percaya atau yakin. Menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.

AMAL adalah bekerja,berbuat atau menghasilkan. Bagi seorang muslim, beramal berarti berbuat, mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, umat, dan agama.

PAHALA adalah ganjaran baik dari Allah atas setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia di dunia ini.

Senin, 27 Mei 2013

SHINee " Fire " Lyrics

SHINee
FIRE Lyrics


[Taemin] Hajimete kimi ni deatta higa atarashii Birthday
[Key] Umare kawaru kimi no tame ni [Jonghyun] Ni auyo ni Lady
[Jonghyun] Daremoga umareta toki niwa fukanzen
[Minho] Kaketa kokoro no kado o kakuse nakute

[Onew] Dakishimetai no ni kizutsuke atai ([Jonghyun] Kizutsuke atari)
Yorisoi nagara yori kakatte bakari

[All] So no ai de kanzen ni naru tame ni
Umarete kitanda mirai wo terashi dashite
Ima made no oroka na boku wo
Yakitsuku shite yo ai no Fire, fire
Tokashite kono kokoro mo Don't look back

[Key] Juunin to irono kose no umi jibun de shizunde
[Minho] Koko ni ite mo inai mitai [Jonghyun] Mogaita Everyday
[Jonghyun] Daremoga umareru mae ni machiawase
[Onew] Shite umarete kita no ni kizuke nakute

[Taemin] Itsuka unmei noto ni kodoku ni sugiru Story
([Minho] Kodoku no Story)
[Onew] Soba ni itai no ni surechigatte bakari

[All] So no ai de kanzen ni naru tame ni
Umarete kitanda Fire terashite ite
Mou nanimo mayowanu yo moni
Michibi ite zutto ai no Fire, fire
Mitashite kono kokoro mo Don't look back

[Minho] Kagami no naka ni utsuru otoko wa Different man
([Jonghyun] Zutto matte)
[Onew] Mitsume au dake de subete ga wakaru Take my hand
([Jonghyun] Soba ni isasete)

[Jonghyun] Tsubasa wo koe
[Taemin] Kimi no koto ba
[Jonghyun] So no egao ga
[Key] Sarani habata ite We make it, make it
[Jonghyun] Hikari no naka e

[All] So no ai de kanzen ni naru tame ni
Umarete kitanda mirai wo terashi dashite
Ima made no oroka na boku wo
Yakitsuku shite yo ai no Fire, fire

[All] So no ai de kanzen ni naru tame ni
Umarete kitanda Fire terashite ite
Mou nanimo mayowanu yo moni
Michibi ite zutto ai no Fire, fire
[Jonghyun] Mitashite kono kokoro mo Don't look back

SHINee "Sleepless Night" Lyrics

SHINee 
Sleepless Night Lyrics

[Onew] josimseure hansumi nal jitnulleowasseo jamdeulji motage
[Jonghyun] bieobeorin nae gaseumeun babo gatda malhae “wae apeumyeonseo uljido motae”

[Key] nareul saranghaetdeon gieok jogeumeun himdeureodo hana dul heullyeo bonaeneun ne moseube muneojyeoga

[All] nan tteonaji motae [Taemin] nabodado sojunghaetdeon neol
[All] dasi dorawa [Taemin] Tonight
[All] motae [Onew] neomu areumdapdeon naldeuri,
Seoro miwohaetdeon sigando neomu geuriwo ijeul su eobseo
Dasi dorawa

[Minho] neoreul miryeon eobsi jiwobeorija haetdeon naega neomu mipda
Dasi japgo inneun nae mami neomunado sirta
Neoreul saenggakhamyeon hansumppunin haruga gilda
Mundeuk gangmureul bomyeon saranghandan geulssin tteonaeryeogaji motanda

[Key] georil bichuneun bulbicheul hanahana jinal ttaemada api heuryeojyeo
[Jonghyun] jom geochireojin sumdeuri goerophyeowaseo gaseum ttwineun geureon ge anya

[Minho] neoreul saranghaetdeon gieok jiuryeogo noryeokhaedo
[Taemin] eoneusae juwodamgo inneun nae moseubi chorahaejyeo

[All] nan tteonaji motae [Key] Girl nabodado sojunghaetdeon neol
[All] dasi dorawa [Key] Tonight
[All] motae [Jonghyun] neomu areumdapdeon naldeuri,
Seoro miwohaetdeon sigando neomu geuriwo ijeul su eobseo

[Taemin] dari jamgin haneurarae geu modeun ge
Eotteon geotdo yejeon gatjiga anheungeol
Neoreul irheun naman
[Key] meotdaero honjaseo ajik neol damgoseo maldo eobsi on nal bomyeo
[Onew] miso jitji anko amu mal eobtjiman geuraedo neoyeoyaman hae

[All] nan tteonaji motae [Jonghyun] haru kkeute gidaeeo swil got neoya nan
[All] dasi dorawa [Jonghyun] Tonight
[All] motae [Taemin] jigyeopdorok saranghaetdeon naegen,
[Minho] seoro miwohaetdeon sigando [Jonghyun] neomu geuriwo ijeul su eobseo

[Onew] dasi dorawa

SHINee "Why So Serious ?" Lyrics

SHINee
Why So Serious ? Lyrics


[Taemin] jajeong mak jinan saebyeok, jinheulg sok nun tteun mueonga
[Onew] modu nareul museowohaetji (Oh yeah)
[Jonghyun] apeuro ppeodeun du pal, nan sarainneun wokingdedeu
[Key] geu sumeun chagawotji


[Onew] sum swineun ge jigyeowojil jjeum geu ttae geudae balgyeon! So shocked!

[All] Why So Serious?
[Taemin] romiowa julliet, seulpeun reobeuseutoriga a, aniya
[All] da jal doel geoya
[Jonghyun] 'gyeolguk haepi ending'eul aneun neon yeonaesoseol maeniak

[Minho] meonjiman pulsseokdaedeon simjang, enjineul Re-New
Pitgi eopdeon naui ipsuri dasi bulgeun keolleo rujeu
[All] Baby nal eotteoke saenggakhae? Baby eotteoke saenggakhae?
[Key] nan museopji anhayo So get in, get in

[Taemin] I gin eodumi eonjebuteoyeonneunji gieokdo an nane, daechung baek nyeon jeon?
Geunyang geudael bon nalbuteo sijagida, ijebuteon geuge deo jungyohanikka
[Onew] "ireon jombi yeonghwa eodiseo bon geot gateunde?"
[Jonghyun] Oh no igeon teukbyeolhae

[Key] biteuldaeneun georeumeuro geotja geuge uri sarang bangsik

[All] Why So Serious?
[Onew] romiowa julliet, seulpeun reobeuseutoriga a, aniya
[All] da jal doel geoya
[Key] 'gyeolguk haepi ending'eul aneun neon yeonaesoseol maeniak

[Taemin] meonjiman pulsseokdaedeon simjang, enjineul Re-New
Pitgi eopdeon naui ipsuri dasi bulgeun keolleo rujeu
[All] Baby nal eotteoke saenggakhae? Baby eotteoke saenggakhae?
[Jonghyun] urin dareuji anha beolsseo darmagago inneungeol

[Minho] hae jimyeon nawa georireul heoujeokdaemyeo hemae
Noe ttawin eobsi boigetjiman dadeul gomin itgetji
See? hyumeonijeum geureon geo molla geunyang neol saranghage dwae
Nae pineun dasi tteugeowojyeo geu modeun iyuneun geudae, Come on!

[Taemin] daeum ssinui keullaimakseu mak sijak dwae
[Jonghyun] I eumagi deouk deo keojimyeon urin saraisseo Tonight

[All] Why So Serious?
[Onew] romiowa julliet, seulpeun reobeuseutoriga a, aniya
[All] da jal doel geoya
[Jonghyun] 'gyeolguk haepi ending'eul aneun neon yeonaesoseol maeniak

[Key] meonjiman pulsseokdaedeon simjang, enjineul Re-New
Pitgi eopdeon naui ipsuri dasi bulgeun keolleo rujeu
[All] Baby nal eotteoke saenggakhae? Baby eotteoke saenggakhae?
[Taemin] urin dareuji anha beolsseo darmagago inneungeol